78164 Pelembut Silikon (Lembut, Halus & Montok)
Fitur & Manfaat
- Stabilitas dan kompatibilitas yang sangat baik. Stabil dalam suhu tinggi, asam, alkali dan elektrolit.
- Ketahanan geser yang tinggi.
- Sedikit menguning dan sedikit perubahan warna.
- Menanamkan kain terasa lembut, halus, montok, dan lembut di tangan.
- Tidak mempengaruhi hidrofilisitas kain.
- Fleksibilitas tinggi. Cocok untuk berbagai macam proses dan peralatan.
- Aman untuk digunakan.
Properti Khas
Penampilan: | Cairan berwarna kuning muda atau transparan |
ionisitas: | Kationik lemah |
nilai pH: | 5.0~6.0 (larutan berair 1%) |
Kelarutan: | Larut dalam air |
Isi: | 22% |
Aplikasi: | Serat selulosa dan serat sintetis, dll. |
Kemasan
Tong plastik 120kg, tangki IBC & paket khusus tersedia untuk dipilih
TIPS:
Tentang penyelesaian
Setiap operasi untuk meningkatkan penampilan atau kegunaan suatu kain setelah meninggalkan alat tenun atau mesin rajut dapat dianggap sebagai langkah penyelesaian. Penyelesaian adalah langkah terakhir dalam pembuatan kain dan merupakan saat sifat akhir kain dikembangkan.
Istilah 'finishing', dalam arti luasnya, mencakup semua proses yang dialami kain setelah pembuatannya dengan alat tenun atau mesin rajutan. Namun, dalam arti yang lebih terbatas, ini adalah tahap pemrosesan ketiga dan terakhir setelah pemutihan dan pewarnaan. Bahkan definisi ini tidak berlaku dalam beberapa kasus dimana kain tidak diputihkan dan/atau diwarnai. Definisi sederhana dari finishing adalah urutan operasi, selain gerusan, pemutihan dan pewarnaan, yang dilakukan pada kain setelah meninggalkan alat tenun atau mesin rajut. Sebagian besar hasil akhir diterapkan pada kain tenun, bukan tenunan, dan rajutan. Namun finishing juga dilakukan dalam bentuk benang (misalnya finishing silikon pada benang jahit) atau bentuk garmen. Finishing lebih banyak dilakukan dalam bentuk kain dibandingkan dalam bentuk benang. Namun, benang jahit yang terbuat dari katun merserisasi, linen dan campurannya dengan serat sintetis serta beberapa benang sutra memerlukan finishing dalam bentuk benang.
Hasil akhir kain dapat berupa bahan kimia yang mengubah estetika dan/atau sifat fisik kain atau perubahan tekstur atau karakteristik permukaan yang disebabkan oleh manipulasi fisik kain dengan perangkat mekanis; bisa juga kombinasi keduanya.
Penyelesaian akhir tekstil memberikan karakter komersial akhir pada tekstil sehubungan dengan penampilan, kilap, pegangan, tirai, kepenuhan, kegunaan, dll. Hampir semua tekstil telah selesai. Apabila finishing dalam keadaan basah disebut finishing basah, sedangkan finishing dalam keadaan kering disebut finishing kering. Bahan pembantu finishing diaplikasikan dengan menggunakan mesin finishing, padders atau mangles dengan aksi satu atau dua sisi atau dengan impregnasi atau exhaustion. Mengubah komposisi, reologi, dan viskositas lapisan akhir yang diterapkan dapat menimbulkan dampak yang berbeda-beda.